TERLANJUR KUUTARAKAN
Berbicara adalah mengatakan segala sesuatu yang timbul dari pikiran untuk dilakukan apa saja bisa dikatakan dengan sesuka hati dan kepada siapa pun boleh berbicara. Berbicara bisa mudah tetapi bisa juga sulit tergantung bahan pembicaraannya dan siapa lawan bicaranya. Maka sebelum berbicara ada baiknya sadari tempat dimana kita berada siapa lawan bicara dan apa yang hendak kita katakan. Saya mempunyai sebuah pengalaman suatu hari kami ada acara sharing bersama. Setiap orang saling mengutarakan pendapat masing-masing .Sadar atau tidak pengalaman yang kuutarakan merupakan gambaran diriku. Saat saya menyadarinya pelan-pelan aku mencoba untuk mengenali siapa diriku dan bagaimana aku dihadapan sesamaku. Dari sharing teman saya juga bisa mengenal siapa mereka bagiku. Menurut saya perkataan yang diucapkan adalah sesuatu yang muncul dari pikiran dan hati. Saya telah mengatakan siapa diriku yang sesungguhnya. Pada kenyataannya ada juga bahwa apa yang dikatakan seseorang itu tidak sama seperti yang dilakukannya. Satu hal ini yang kadang tidak kumengerti kenapa orang bisa seperti itu apalagi dihadapan orang banyak. Menjadi pertanyaan bagi saya apakah itu juga disadarinya atau tidak? sungguh jauh dari realita hidup sehari-hari. Saya mengambil kesimpulan “ Terlanjur Kuutarakan” itulah yang terbersik dibenakku. Aku mulai bertanya mungkin hal inilah yang sering terjadi dalam hidup ini tanpa kita sadari apa yang kita utarakan tidak sesuai dengan apa yang kita perbuat. Dari sini saya bisa belajar supaya dalam berbicara itu katakanlah hal yang benar real dan bertindaklah juga dengan jujur. Satu hal yang menjadi refleksi saya mungkin juga setiap orang punya alas an yang terselubung hanya untuk menutupi kebobrokannya walaupun sebenarnya orang lain sudah mengetahui tapi seolah-olah ketika dia berkata-kata orang lain akan menerima dan memahaminya. Semoga mereka yang mendengar mengambil makna yang baiknya saja. Dari sini saya bisa belajar untuk lebih baik lagi dalam berbicara yang setimpal dengan apa yang saya alami dan perbuat sehingga ketika orang mendengar dapat menerima dan meresponnya dengan baik. Semoga………..
Yogya 2012.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar